Pages

Rabu, 14 Januari 2015

Minuman bersoda? Berbahaya!

Share it Please
Seberapa Bahaya Minuman Bersoda Bagi Tubuh?

Sebuah studi mengungkap bahwa minuman ringan yang sarat dengan gula tambahan, memicu kanker rahim. Penyakit ini kerap menyerang wanita berusia 50 tahun ke atas. Di Inggris, kanker ini menduduki peringkat keempat daftar penyakit mematikan. Tercatat sekitar 2000 orang per tahun meninggal akibat kanker rahim.

Selama 14 tahun para peneliti melakukan pengamatannya. Mereka melibatkan hampir 25 ribu responden berusia 50-60an untuk memberikan data soal makanan dan minuman apa yang dikonsumsi. Setengah responden malah menyatakan bahwa mereka menyenangi minuman soda.


Hasil penelitian yang didapat: 600 responden mengembangkan kanker endometrium.Peneliti dari The University of Minnesota mengatakan bahwa mereka yang gemar minuman manis biasanya mengabaikan pola hidup sehat.

Padahal, minuman manis bisa menambah berat badan, yang memengaruhi produksi sel lemak penghasil estrogen yang diyakini memicu kanker endometrium.


Selain itu, wanita dengan berat badan berlebih juga cenderung memproduksi insulin yang terkait dengan berbagai penyakit.

Peneliti Dr Maki Inoue-Choi mengatakan: “Penelitian telah mendokumentasikan bagaimana kontribusi minuman manis pada obesitas”.
Ia menambahkan, terlalu banyak gula dapat meningkatkan asupan kalori yang juga menyumbangkan risiko diabetes , penyakit jantung, dan kanker. 
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention ini merupakan penelitian terbaru tentang efek minuman ringan pada kanker rahim.

Seperti dilansir Daily Mail, pada penelitian sebelumnya disebut bahwa minuman ringan mampu memicu serangan jantung, tulang rapuh, kanker pankreas dan prostat, lemah otot, dan kelumpuhan!

Apa Yang Terjadi Setelah Minum Minuman Bersoda?

Setelah 10 menit, sepuluh sendok teh gula yang terkandung dalam segelas Cola mulai melakukan “serangan” yang menghancurkan organisme tubuh dan satu-satunya penyebab alasan kenapa kita tidak muntah karena adanya asam fosfat (phosphoric acid) yang menghambat aksi dari gula tersebut.

Setelah 20 menit, sebuah lompatan kadar insulin yang tinggi dalam aliran darah mulai terjadi. Maka hati akan mengkonversi semua gula menjadi lemak.

Setelah 40 menit, pencernaan terhadap kafein akhirnya selesai. Pupil mata mulai membesar. Tekanan darah naik karena hati membuang lebih banyak gula ke dalam aliran darah. Reseptor adenosin akan diblokir, sehingga mencegah rasa kantuk.

Setelah 45 menit, tubuh meningkatkan produksi hormon dopamin, yang merangsang pusat kesenangan otak. Heroin memiliki prinsip kerja yang sama dalam hal ini.

Setelah 1 jam, asam fosfat (phosphoric acid) mengikat kalsium, magnesium dan seng dalam saluran pencernaan yang memacu dengan cepat (supercharges) metabolisme dalam tubuh. Pelepasan kalsium melalui urine juga meningkat.

Setelah lebih dari 1 jam, efek diuretik dari minuman mulai terjadi dalam “permainan” ini. Kalsium, magnesium dan seng dikeluarkan dari organisme tubuh, yang merupakan bagian dari tulang kita, seperti sodium. Pada saat ini kita telah menjadi mudah marah atau tenang. Seluruh kuantitas air yang terkandung dalam coca cola, dihilangkan melalui urin.

Sebenarnya, ketika anda memiliki sebotol Coke yang dingin dan menikmati kesegarannya yang tak terbantahkan, apakah kita tahu kandungan “cocktail kimiawi” yang telah kita tuangkan ke dalam tenggorokan kita?


Bahan aktif dari Cola adalah asam ortofosfat (orthophosphoric acid). Karena keasaman yang tinggi, tangki air yang digunakan untuk pengangkutan konsentrat ini harus dilengkapi dengan reservoir yang dirancang khusus untuk bahan yang sangat korosif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

About

Follow The Author